Bimtek
BIMTEK TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA) DI RUMAH SAKIT TERBARU 2026 -2027
BIMTEK TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA) DI RUMAH SAKIT TERBARU 2026 -2027
Deskripsi
Bimtek Training Needs Analysis (TNA) di Rumah Sakit Terbaru 2026–2027 merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan manajemen dan pengelola sumber daya manusia rumah sakit dalam mengidentifikasi kebutuhan kompetensi secara sistematis. TNA menjadi bagian penting dalam perencanaan pengembangan SDM karena membantu rumah sakit menentukan kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk mendukung mutu pelayanan dan pencapaian tujuan organisasi.
Dalam pelatihan ini peserta akan mempelajari konsep dan prinsip dasar Training Needs Analysis, pemetaan kompetensi berdasarkan jabatan, analisis kebutuhan individu, unit kerja, dan organisasi, serta identifikasi kesenjangan kompetensi (competency gap). Peserta juga akan memahami metode pengumpulan data TNA melalui observasi, wawancara, kuesioner, evaluasi kinerja, analisis jabatan, dan indikator pelayanan rumah sakit.
Materi dilengkapi dengan teknik menyusun prioritas kebutuhan pelatihan, menentukan tujuan pembelajaran, menyusun matriks kebutuhan pelatihan, serta mengembangkan rencana pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan tenaga medis, tenaga kesehatan, tenaga keperawatan, tenaga administrasi, dan tenaga pendukung.
Melalui bimtek ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan TNA yang akurat dan dapat dijadikan dasar penyusunan program pengembangan SDM. Dengan demikian, investasi pelatihan rumah sakit menjadi lebih tepat sasaran, terukur, relevan, dan mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja, produktivitas, mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta kinerja rumah sakit secara berkelanjutan.
TUJUAN BIMTEK TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA) DI RUMAH SAKIT TERBARU 2026 -2027
- Memahami konsep, prinsip, dan tahapan Training Needs Analysis (TNA).
- Mampu mengidentifikasi kebutuhan kompetensi SDM rumah sakit secara sistematis.
- Mengidentifikasi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki dan kompetensi yang dibutuhkan.
- Mampu melakukan analisis kebutuhan pelatihan berdasarkan jabatan dan unit kerja.
- Meningkatkan kemampuan menyusun prioritas kebutuhan pengembangan SDM.
- Mampu menentukan jenis pelatihan yang tepat berdasarkan hasil analisis kebutuhan.
- Mengintegrasikan TNA dengan evaluasi kinerja dan pengembangan kompetensi pegawai.
- Meningkatkan efektivitas dan efisiensi anggaran program pelatihan rumah sakit.
- Mampu menyusun matriks kebutuhan pelatihan yang terukur dan terdokumentasi.
- Mendukung peningkatan kompetensi SDM, mutu pelayanan, keselamatan pasien, dan kinerja rumah sakit.
MATERI BIMTEK TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA) DI RUMAH SAKIT TERBARU 2026 -2027
- Konsep Dasar dan Prinsip Training Needs Analysis (TNA)
- Peran TNA dalam Manajemen SDM Rumah Sakit
- Siklus Perencanaan dan Pengembangan Kompetensi SDM
- Analisis Kebutuhan Pelatihan Tingkat Organisasi
- Analisis Kebutuhan Pelatihan Tingkat Jabatan
- Analisis Kebutuhan Pelatihan Tingkat Individu
- Analisis Kesenjangan Kompetensi (Competency Gap Analysis)
- Penyusunan Standar Kompetensi Berdasarkan Jabatan
- Analisis Jabatan dan Beban Kerja sebagai Dasar TNA
- Teknik Pengumpulan Data Kebutuhan Pelatihan
- Metode Wawancara, Observasi, Kuesioner, dan Focus Group Discussion
- Pemanfaatan Hasil Penilaian Kinerja untuk TNA
- Identifikasi Kebutuhan Kompetensi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan
- TNA bagi Tenaga Keperawatan, Administrasi, dan Tenaga Pendukung
- Penyusunan Matriks Training Needs Analysis
- Penentuan Prioritas dan Skala Kebutuhan Pelatihan
- Penyusunan Training Plan dan Program Pengembangan SDM
- Penyusunan Anggaran Pelatihan Berbasis Kebutuhan
- Monitoring dan Evaluasi Efektivitas Program Pelatihan
- Studi Kasus dan Praktik Penyusunan TNA Rumah Sakit 2026–2027.
Untuk Memehami Opsi Di Atas Maka Kami Lembaga Studi Manajemen Akuntansi Dan Pemerintahan Bersama Para Narasumber Dari Praktisi Dan Akademisi MelaksanakanBIMTEK TRAINING NEEDS ANALYSIS (TNA) DI RUMAH SAKIT TERBARU 2026 -2027 Informasi Jadwal dan Tanggal Pelaksanaan Silahkan klik dan Download https://www.pusdiklatlsmap.com/download-jadwal/
Investasi Biaya
- Biaya Bimtek Diklat Sebesar @Rp 4.500.000 ( Empat Juta Lima Ratus Ribu Rupiah ) Sudah Termasuk Akomodasi Hotel
- Biaya Bimtek Non Akomodasi Hotel @Rp.3.500.000 ( Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)
- Bagi Pemda Yang Sudah Menerapkan Transaksi Non Tunai Pembayaran Dapat Di Transfer Rekening Bank Mandiri KCP Jakarta Graha No 121-00-0738303-1 An Lembaga Studi Manajemen Akuntansi Dan Pemerintahan
- Bagi Pemda Yang Belum Menerapkan Transaksi Non Tunai / Pembayaran Di Tempat Pada saat Regestrasi Hotel
- Menginap 3 Malam Twin Share (Bagi Peserta Menginap)
- Mendapat Pendidikan dan Pelatihan selama 2 hari
- Mendapat Tanda Peserta Bimtek
- Mendapat Tas Eksklusif
- Mendapat Konsumsi (Coffe Break 2x dan Lunch 2x)
- Mendapat Dinner 3x (bagi peserta yang menginap)
- Mendapat Kelengkapan Bimtek (Pena/Pensil, Note Book dan Makalah Bimtek )
- Mendapat Flasdisk 8 GB
- Mendapat Dokumentasi Kegiatan
- Antar Jemput Bandara – Khusus Grup Rombongan 8 Orang
- Mendapat Sertifikat Bimtek
- City Tour Sesuai Daerah Tempat Pelaksanaan Bimtek Yang dipilih
Kami juga melayani permintaan kegiatan inhouse training atau outbound training didaerah dengan waktu,tempat dan materi yang disesuaikan berdasarkan permintaan dengan minimal 15 orang peserta. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Kontak Kantor ☎ (021) 21202049,
Kontak Telpon Dan WA 0821-1414-0177, 0812-8862-1238
FAQ Bimtek Training Needs Analysis (TNA) di Rumah Sakit 2026–2027
1. Apa itu Training Needs Analysis (TNA) di Rumah Sakit?
TNA adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi kebutuhan kompetensi dan pelatihan SDM berdasarkan kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki dengan kompetensi yang dibutuhkan rumah sakit.
2. Mengapa TNA penting bagi rumah sakit?
TNA membantu memastikan program pelatihan benar-benar sesuai kebutuhan organisasi, unit kerja, jabatan, dan individu sehingga anggaran serta kegiatan pengembangan SDM menjadi lebih efektif.
3. Siapa yang dapat mengikuti bimtek ini?
Peserta dapat berasal dari bagian SDM/HRD, diklat rumah sakit, manajemen, kepala unit, supervisor, komite terkait, tenaga medis, tenaga kesehatan, maupun pengelola pengembangan kompetensi.
4. Apakah TNA hanya ditujukan untuk tenaga kesehatan?
Tidak. TNA dapat diterapkan untuk tenaga medis, keperawatan, tenaga kesehatan lainnya, administrasi, manajemen, teknis, maupun tenaga pendukung rumah sakit.
5. Apa saja yang dianalisis dalam TNA?
Analisis dapat mencakup kebutuhan organisasi, jabatan, individu, standar kompetensi, hasil penilaian kinerja, perubahan pekerjaan, serta kesenjangan kompetensi.
6. Apakah bimtek membahas Competency Gap Analysis?
Ya. Peserta akan mempelajari cara mengidentifikasi kesenjangan kompetensi dan menentukan kebutuhan pengembangan berdasarkan hasil analisis tersebut.
7. Metode apa yang digunakan untuk melakukan TNA?
Metode dapat meliputi wawancara, observasi, kuesioner, diskusi kelompok, analisis jabatan, evaluasi kinerja, serta analisis data kebutuhan organisasi.
8. Apakah peserta belajar membuat matriks TNA?
Ya. Peserta akan mempelajari penyusunan matriks kebutuhan pelatihan berdasarkan jabatan, kompetensi, kesenjangan, prioritas, dan jenis pelatihan yang diperlukan.
9. Apakah hasil TNA dapat digunakan untuk menyusun program pelatihan tahunan?
Ya. Hasil TNA dapat menjadi dasar penyusunan prioritas, kalender pelatihan, program pengembangan kompetensi, serta perencanaan anggaran pelatihan.
10. Apakah bimtek cocok untuk rumah sakit yang baru membangun sistem TNA?
Ya. Materi dapat dimulai dari konsep dasar hingga praktik sehingga dapat membantu rumah sakit membangun proses TNA yang lebih terstruktur.
11. Apa manfaat utama mengikuti bimtek ini?
Peserta diharapkan mampu menghasilkan analisis kebutuhan pelatihan yang lebih objektif, terukur, dan sesuai kebutuhan sehingga pengembangan SDM rumah sakit menjadi lebih tepat sasaran.
12. Apakah materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah sakit?
Ya. Materi dan studi kasus dapat disesuaikan dengan struktur organisasi, jenis pelayanan, jabatan, kebutuhan kompetensi, serta prioritas pengembangan SDM masing-masing rumah sakit.